Untung Menggelinding dari Bisnis Jualan Ban

0
5966

Infobisnis.id – Semahal apa pun harga sebuah kendaraan bermotor, tidak akan ada artinya bila tidak didukung oleh kehadiran ban yang oke punya. Ban menjadi salah satu bagian terpenting sebuah kendaraan bermotor.

Anda yang memiliki kendaraan tentu paham, agar performa kendaraan bermotor selalu bagus, kondisi ban harus menjadi perhatian.

Penggantian ban secara berkala bisa membuat acara berkendara jadi semakin nyaman, juga aman. Tidak mengherankan, pasar permintaan terhadap ban motor boleh dibilang selalu ada.

Di sinilah muncul peluang menarik membuka usaha penjualan ban motor. Anda bisa menjajal kesempatan bisnis ini dengan beragam cara.

Bisa dengan merintis dari nol sendiri. Itu berarti Anda harus mencari  sendiri pemasok atau supplier ban motor yang bisa Anda ajak bekerjasama.

Sedang bila Anda enggan repot-repot memulai usaha dari nol, Anda bisa menimbang tawaran waralaba atau kemitraan dari pemilik usaha toko ban motor yang sudah lebih dulu mapan.

Dengan membeli paket waralaba, Anda tidak perlu terlalu pusing mencari dari nol pemasok barang pengisi toko Anda.  Nah, salah satu pemain bisnis ban motor yang  membuka kerjasama dengan sistem waralaba adalah Proban Motoparts.

Perusahaan yang sebelumnya berinduk di Korea Selatan ini baru berdiri awal tahun 2015. Kini, Proban sudah memiliki 50 cabang, enam di antaranya adalah cabang waralaba.

Tawaran waralaba Proban Motoparts memungut initial fee sekitar Rp 50 juta. Sedangkan kebutuhan investasi waralaba toko ban motor ini mencapai Rp 310 juta.

Sehingga, total kebutuhan modal awal terwaralaba Proban mencapai Rp 360 juta. Tapi, itu pun belum termasuk modal pembelian atau sewa tempat usaha.

Kerjasama waralaba ini berlangsung selama 5 tahun. Bila masih ingin melanjutkan kerjasama begitu kontrak kelar, terwaralaba harus membayarinitial fee lagi.

Menurut Rudy Winanto, Business and Franchise Development Manager Proban Motoparts, dengan modal sebesar itu, terwaralaba akan mendapatkan beberapa kebutuhan dasar toko ban.

Misalnya, mesin tire changer dan peralatan operasional, genset rak display, furnitur, genset mesin nitrogen, kompresor, inventori barang jualan, dan lain-lain. Pewaralaba juga membantu keperluan renovasi interior toko dan fasade bangunan.

Lokasi usaha menjadi salah satu hal sentral yang menentukan keberhasilan bisnis ini. Lokasi toko di perlintasan sepeda motor yang ramai lebih menjanjikan selain lokasi di perumahan.

Agung Yuriadi, Manajer Operasional Proban Motoparts, menambahkan, bila lokasi toko strategis, hitungan di atas kertas, terwaralaba bisa BEP (break event point) dalam 7 bulan saja. “Namun, return of investment (ROI) memang lama, bisa 3 tahun, karena bisnis ini membutuhkan belanja modal besar,” jelas dia.

Menurut Agung, peluang pasar toko ban terbilang menjanjikan karena ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Agung menggambarkan, produksi sepeda motor di Indonesia bisa mencapai 4.000-4.500 unit per hari.

Belum lagi, jumlah sepeda motor yang sudah ada di jalanan yang juga membutuhkan maintenance ban motor. “Sedang kapasitas produksi ban motor masih berkisar 20%-30%,” jelas dia.

Tanpa biaya waralaba

Nah, mungkin sebagian dari Anda yang cukup meminati usaha ini, rada gentar melihat kebutuhan modal yang cukup besar. Di pasar, masih ada tawaran kemitraan membuka toko ban dengan modal awal lebih terjangkau.

Tawaran itu datang dari Raja Murah Motor, Semarang. Muhammad Isnaini, pemilik Raja Murah Motor, berujar, tawaran kerjasama dari Raja Murah Motor bukanlah franchise karena dia tidak memungut franchise fee. “Lebih tepat kami sebut peluang usaha karena kami menjual paket saja,” kata dia.

Paket usaha ban motor dari Raja Murah ini dibanderol mulai Rp 50 juta hingga Rp 150 juta. Setiap paket berisi berbagai jenis ban, oli dan aki, ditambah peralatan mekanik bengkel. Juga, mesin tire changer, kompresor hingga seragam karyawan toko atau bengkel.

Besar isi paket berbeda-beda tergantung pada harga paket. Lantaran harga paket kerjasama yang relatif terjangkau, sejak membuka keran kerjasama, saat ini Raja Murah Motor sudah memiliki 432 mitra di seluruh Indonesia.

Isnaini mengkhususkan tawaran paket usaha itu bagi mereka yang ingin membuka toko ban namun terkendala modal yang terbatas.

Selain tanpa franchise fee, paket usaha yang dijual oleh Isnaini juga tidak mengikat. Pembeli paket boleh-boleh saja kulakan ban dari suplier lain. “Tidak perlu diikat, mayoritas pembeli paket balik belanja lagi pada kami,” ujar Isnaini.

Soalnya, sebagai pemasok, Isnaini tidak segan memberi diskon harga bila ada pembelian dalam jumlah besar. Adapun ketersediaan barang dia dapatkan dari produsen langsung. “Ada yang lokal, ada pula produk impor,” jelas dia.

O, ya, walau bukan berskema franchise, Raja Murah Motor juga memberikanmentoring bisnis kepada para pembeli paket usahanya. Misalnya, dalam hal strategi harga, bimbingan para mekanik, dan lain sebagainya. (yadi |kontan)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY