Phapros Segera Rilis Produk Berbasis Sel Punca

0
661
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang bergerak di bidang farmasi yakni PT Phapros Tbk segera merilis atau mengeluarkan produk kesehatan berbasis sel punca (“stem cell”) mulai 2017.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Phapros Tbk Iswanto dalam sebuah perbincangan di kantornya, Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Iswanto mengatakan produk tersebut adalah hidroksiapatit hasil pengembangan sel punca yang saat ini sedang dilakukan.

“Jadi nantinya produk ini dapat berguna untuk mengatasi pengeroposan tulang,” ujar dia.

Menurut laman Institut Pertanian Bogor, hidroksiapatit adalah material keramik yang digunakan sebagai biomaterial yang baik untuk tulang karena bersifat bioaktif.

Untuk mengembangkan sel punca tersebut, PT Phapros bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Indonesia yang memang sudah mengembangkan pengobatan berbasis sel punca.

Saat ini, perusahaan yang merupakan anak perusahaan BUMN PT RNI tersebut masih menunggu izin dari pemerintah.

Setelah hidroksiapatit, PT Phapros juga menargetkan mampu mengeluarkan produk kosmetik berbahan eksudat sel punca pada 2018.

Rencananya, kosmetik tersebut akan dibuat dalam bentuk krim halus.

“Dalam hal ini kami bekerja sama dengan seorang peneliti yang berafiliasi dengan Universitas Airlangga,” tutur Iswanto.

Dia melanjutkan, awalnya PT Phapros akan berperan sebagai pemasar. Namun dalam perkembangannya, perusahaan tersebut justru berminat mengembangkan sendiri produknya dengan mempertimbangkan sejumlah pengalaman dalam membuat produk kosmetik yang dirasa semakin mumpuni.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Phapros Imam Ariff Juliardi menambahkan, ada kemungkinan produk pengembangan sel punca yang diproduksi perusahaannya akan diekspor.

“Pemanfataan sel punca sudah menjadi tren pengobatan di dunia, walau di Indonesia masih ada perdebatan terkait regulasi. Jadi kemungkinan kami akan ekspor juga, karena prospek bisnis di bidang itu juga cerah,” kata Imam.

Adapun menurut laman Kementerian Kesehatan RI, pengembangan teknologi dan pelayanan sel punca dan jaringan telah dimulai di Indonesia sejak 2008.

Teknologi dan pelayanan sel punca, termasuk jaringan, sangat penting, karena dapat dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit seperti parkinson, alzheimer, stroke dan penyakit lain yang merusak sel dan jaringan.

Infobisnis | Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY