Jangan Sampai Orang Menentukan Hidup Kita…

0
553

Happy weekend, kawan-kawan, Happy weekend, saudara-saudara. Happy weekend, selamat berhari pekan. Aktivitas apa yang akan Anda pilih pada weekend ini?

Weekend ini, saya memilih untuk terbang ke Bali. Liburan? Well, tidak dapat dikatakan demikian. Akhir pekan ini, ada kegiatan usaha yang Tidak Dapat di lewatkan di Bali. Jadi, ya ini perpaduan antara bekerja dan mengisi akhir pekan, dengan lebih heavy untuk bekerja. Hahaha.

Apapun, keluarga tetap prioritas maka anak-anak tetap saya bawa ke Bali. Mereka dapat berlibur, saya tetap dapat mengurus perusahaan. Win-win solution, kan?

Mengapa saya tetap bekerja saat weekend? Well, ketika itu dapat dilakukan, mengapa tidak? Apakah Anda benar-benar harus beristirahat 48 jam saat hari Sabtu dan Minggu? Tidak harus begitu, bukan? Mengapa tidak menyisihkan satu atau dua jam―bila memungkinkan, untuk hal-hal produktif.

Sungguh, saya heran mengetahui ada orang yang tidak ingin ditelepon selama 48 jam saat weekend. Saya heran pada orang-orang yang tak ingin mengangkat telepon dari kantor selama 48 jam―meski mungkin saja selama 48 jam itu dia main Pokemon Go. Hahaha.

Kenapa saya begitu keras terhadap diri sendiri dengan menyisihkan waktu saat weekend untuk bekerja? Karena saya ingat kata-kata kakek saya, Karim K Sembiring, yang dulu menjadi Bupati orang Indonesia Pertama di Manokwari, Irian Jaya. Dia pernah berkata, “don’t let people tell you who you are and who you can be”.

Kakek Karim K Sembiring yang sering bercerita dalam bahasa Inggris dan Belanda ketika saya kecil, beliau ini sungguh menginspirasi saya. Tahun 1960-an, ketika tidak banyak orang berani menjadi pemimpin daerah di Irian Jaya, dia menyatakan keberaniannya. Tak heran bila dari posisi Camat di Sumatera Utara, dia langsung dijadikan Bupati.

Kata-kata beliau tadi sungguh manis dan jitu. Tapi, saya percaya diperlukan kerja keras untuk mewujudkannya. Saya bekerja keras untuk menepis kata-kata orang yang seolah ingin menentukan hidup saya. Yang dulu, seolah-olah tidak percaya bahwa hanya karena saya perempuan maka saya tidak bisa memimpin bisnis logistik.

Apalagi, ketika kakek saya percaya penuh pada saya. Dia pernah berkata, “make me proud, Eka, even you are a woman”.

Kerja saya pun makin keras. Tidak saja untuk membayar kepercayaan kepada kakek saya tetapi untuk membuat perbedaan dan memberi nilai tambah dalam hidup ini. Pembeda-pembeda yang mudah-mudahan bermanfaat bagi hidup banyak orang. Happy weekend, kawan-kawan. / ESL

Eka Sari Lorena Surbakti (ESL)
MD of ESL Logistics and MD of ESL Express

via Linkedin

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY