Bupati Acep Purnama Siap Jadikan Kuningan Jawara Wisata Agropolitan

0
34

Infobisnis.id – Berbekal kondisi geografis yang dikelilingi gunung Ciremai dan perbukitan, Kabupaten Kuningan kini makin serius mengembangkan sektor pariwisata berbasis Agropolitan.

Targetnya, pada tahun 2025, daerah yang berada di kaki gunung ini ingin menjadi kabupaten agropolitan dan wisata termaju di Jawa Barat.

Kabupaten Kuningan sangat beruntung berada di  kaki gunung Ciremai yang dikenal sebagai gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat.  Gunung Ciremai juga sudah lama dikenal sebagai destinasi favorit  bagi wisatawan yang gemar mendaki.

Tak heran, Kabupaten Kuningan sangat serius membangun pariwisata dengan berbasis alam dan masyarakat.  

Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Acep Purnama, Kuningan ingin istiqomah menjadikan wisata alam sebagai produk unggulan yang bisa dijual ke wisatasan mancanegara maupun wisatawan nusantara.  

Keseriusan pengelolaan pariwisata ini pun  sangat diapresiasi oleh pemerintah pusat.

Makanya tak heran jika beberapa waktu Kabupaten Kuningan menyabet penghargaan juara II kategori dataran tinggi terpopuler tingkat nasional 2017 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.

“Kami ingin menawarkan destinasi wisata apa adanya, tidak dibuat-buat. Produk yang ditawarkan adalah wisata alam yang ada di Kuningan dan aneka ragam budaya termasuk di dalamnya kearifan lokal masyarakatnya,” ungkap Acep Purnama kepada Hermawan dari Infobisnis.id, Sabtu (23/12) kemarin di Pendopo Kantor Bupati Kuningan.

Keseriusan Kuningan mengembangkan pariwisata berbasis agropolitan pun sudah dicatat dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah yaitu mewujudkan Kuningan sebagai kabupaten agropolitan dan wisata termaju di Jawa Barat tahun 2025.

Masih ada Kendala
Menurut Acep, di balik perjalanan membangun Agropolitan di Kuningan, masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan secepatnya. Salah satunya adalah tata kelola sebagaian hutan yang ada di wilayah Kuningan.

“Pengelolaan hutan konservasi yang ada di Kuningan selama ini masih langsung ditangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ungkap Acep.

Seharusnya, lanjut Acep, ada titik temu antara Kementerian dengan Pemerintah Daerah untuk membicarakan pengembangan hutan supaya bisa dikelola dan kembangkan dengan maksimal.

“Selama ini kami tidak bisa berperan dan pendapatannya pun langsung masuk Penerimaan Bukan Pajak (PNPB) Kementerian,” Lanjut Acep.

Meskipun demikian, Acep memastikan, dirinya tetap konsisten dan fokus untuk terus membangun sektor pariwisata supaya menjadi lokomotif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kuningan.

Hermawan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY